Langsung ke konten utama

Hubungan Timbal Balik Individu, Keluarga dan Masyarakat

   Bila mendengar kata individu pasti akan berhubungan dengan keluarga dan masyarakat. Mengapa ? Karena kata individu, keluarga dan masyarakat mempunya kaitan satu sama lainnya. Yaitu bagaimana pribadi dan kemampuan dari seorang individu berpengaruh ke keluarga hingga lingkup masyarakat.
      
    Disini saya ingin menceritakan mengenai kehidaupan teman saya yang dapat dikatakan cocok mengenai tulisan saya ini. Saya tidak ada maksud untuk mengumbar mengenai kehidupan orang lain tetapi hanya ingin memberi gambaran yang nantinya bisa dijadikan bahan koreksi dan pelajaran. 
     
   Saya mempunyai teman yang kehidupannya berbeda dengan anak-anak lainnya. Saya samarkan menjadi "X". X ini sekarang telah berumur 20 tahun. Dia lulusan anak SMKN 1 Bekasi. X mempunyai pekerjaan tidak tetap yaitu pemain musik saxophone diacara pernikahan maupun acara resmi. Ketika saya tanya sejak kapan X mempunyai bakat bermain saxophone, tenyata sejak kecil X sudah dimasukkan oleh orang tuanya ke tempat kursus saxophone. Dan ternyata hampir semua anggota keluarga X adalah pemain musik atau orang terlibat dengan musik. Sebagai contoh, ayah X adalah seorang pemilik pengusaha studio band di Bekasi. Ibunya adalah seorang guru agama yang bisa nyanyi qasidah. Lalu kedua kakaknya adalah seorang pemain piano yang handal. Maka pantaslah bila X pun mesti bisa bermain musik khususnya musik saxophone. 
       
     Disetiap aksi X dalam bermain saxophone ketika mengisi diacara pernikahan maupun acara lainnya yang bersifat resmi, penampilannya memang memukau dan sangat terampil. Tak jarang dalam satu bulan, X bisa mengisi acara dengan bermain saxophone minimal satu kali. Bahkan X pun pernah mendapat panggilan untuk mengisi acara diluar kota seperti Bali, Medan dll. Itulah yang membuat X mempunyai nama baik dimasyarakat. Ditambah lagi keluarga X adalah keluarga terpandang dan memiliki derajat tinggi di Bekasi.
  
   Jadi, kesimpulannya adalah mengenai kepribadian dan kemampuan seseorang individu dapat dilihat dari pengaruh keluarga serta masyarakat, begitu juga sebaliknya. Bila seseorang individu mempunyai kepribadian baik dan terampil pasti dipengaruhi oleh kelurganya maupun masyarakat, begitu juga sebaliknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilmu Budaya Dasar sebagai Salah Satu MKDU

           Kali ini saya akan memposting tentang Ilmu Budaya Dasar. Pada materi ini terdapat sub pokok bahasan yang dipaparkan yaitu Pengertian, Tujuan, IBD dan IPS , kemudian Perbedaan dan Persamaan IBD dengan IPS lalu yang terakhir Ruang Lingkup IBD.               Pengertian, Tujuan, IBD dan IPS            S ecara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang k onsep-konsep yang dikemb angkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.           Istilah IBD dikembangkan pertama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya da...

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan

Pendekatan Sastra             1. Pengertian Sastra             Secara etimologis kata sastra berasal dari bahasa sansekerta, dibentuk dari akar kata sas- yang berarti mengarahkan, mengajar dan memberi petunjuk. Akhiran –tra yang berarti alat untuk mengajar, buku petunjuk.. Secara harfiah kata sastra berarti huruf, tulisan atau karangan. Kata sastra ini kemudian diberi imbuhan su- (dari bahasa Jawa) yang berarti baik atau indah, yakni baik isinya dan indah bahasanya. Selanjutnya, kata susastra diberi imbuhan gabungan ke-an sehingga menjadi kesusastraan yang berarti nilai hal atau tentang buku-buku yang baik isinya dan indah bahasanya.               Selain pengertian istilah atau kata sastra di atas, dapat juga dikemukakan batasan / defenisi dalam berbagai konteks pernyataan yang berbeda satu sama lain. Ken...

Manusia dan Keadilan

P engertian Keadilan                Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.          Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, men...